Apa itu Proyek?


Menurut Saya Proyek adalah :
   Suatu rangkaian pekerjaan yang diadakan dalam selang waktu tertentu dan mempunyai tujuan khusus.



     Yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga pengelolanyapun memerlukan perhatian extra lebih banyak.
Semua proyek selalu mengandung resiko relatif besar terhadap manajemen yang diterapkan untuk proyek itu. Manajemen proyek yang asal–asalan akan berakibat buruk, ibarat mengebut dengan mobil balap dijalanan umum. Kerugian yang di derita tidak hanya materi, waktu dan tenaga namun juga kredibilitas, hubungan baik dan lain–lain bahkan berakibat fatal seperti rusaknya sistem yang telah mapan.
   Sumber kegagalan terutama terletak pada manajemen, misalnya terjadi kesalahan identifikasi, baik identifikasi kebutuhan maupun identifikasi potensi pada saat perencanaan sehingga jadwal yang disusun pun menjadi tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan menjadi penyebab gagalnya proyek.

Idealnya, sebuah proyek harus mampu memberikan optimasi sistem yang ada. Untuk itu diperlukan suatu manajemen proyek yang baik, terutama ditekankan pada :
  • Organisasi proyek harus tangguh, tahan terhadap gangguan-gangguan yang timbul, baik dari luar maupun dari dalam.
  • Analisa kebutuhan dan sumberdaya harus akurat, jangan sampai ada yang tidak dikenali. Toleransi yang ketat harus diberlakukan, mengingat ‘harga’ yang harus dibayar cukup tinggi apabila proyek gagal.
  • Pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan perencanaan yang telah disusun matang.
  • Pengembangan sistem yang ada, baik untuk penyesuaian dengan perkembangan jaman maupun untuk optimasi sistem yang telah ada dan terkait dengan proyek.

Apa itu Basis Data ?


Menurut saya basis data adalah :
Suatu koleksi data computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali.
Tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi. Pengulangan data (data redundancy ) adalah duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalan beberapa file.
Perubahan pada struktur data hanya dilakukan sekali, yaitu dalam tabel.
Ketika perusahaan mengadopsi konsep database, hirarki data menjadi:
• Database
• File
• Catatan
• elamen data

Tersedia berbagai cara untuk mengintegrasikan isi dari file-file yang memiliki hubungan logis. Seperti :
1) Bentuk Data Base
• Hierarchical DataBase
• Network DataBase
• Relational DataBase

2) Struktur Data Base
• Hubungan eksplisit
• Hubungan implicit

Tipe-tipe Data Base :
a. Operational DataBase
b. Analytical DataBase
c. Data WareHouse
d. Distributed DataBase
e. End User DataBase
f. HyperMedia DataBase
g. External DataBase

3) Komponen Data Base :
1. File data base
2. DBMS
3. Sistem Antar-Muka Bahasa Induk (A Host Language Interfice system)
4. Program Aplikasi
5. Sebuah sistem Antar muka Bahasa Alami ( A Natural Language Interface system)
6. Kamus Data (data dictionary)
7. Terminal Pengaksesan dan pemutakhiran yang online
8. Sistem keluaran / pembuat Reportase ( The output system or report Generator)

4) Kriteria DataBase
1. Struktur filenya memudahkan untuk mengcutkan suatu record dengan record lainnya.
2. Penggabungan file secara menyilang dimungkinkan, sehingga record yang sebelumnya bebas karena biasa digabung dan diproses bersama secara otomatis.
3. File program/datanya bersifat bebas, sehingga memudahkan untuk pemutakhiran dan perawatan DB.
4. Memilih rumusan bersama (common definition) dalam kaitannya dengan definisi data, format record dan berbagai jenis deskripsi lainnya.
5. Memiliki DBMS untuk mengelola data.
6. Kamus Data
7. Memiliki memori akses langsung yang besar untuk memuat data DBMS.
8. Memiliki program dan piranti komunikasi yang canggih, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses data secara serempak.
9. Memiliki teknik-teknik penyalinan (back up), penghidupan kembali (restart) dan perolehan kembali (recovery) yang canggih yang dapat merekrontuksi kembali file-file DB jika ada data yang rusak/hilang.
10. Adanya Query Language.

5) Manajerial DataBase Meliputi :
1. System Intelegent
2. Masalah-masalah management khusus
3. Model Manajemen
4. Tugas Kunci system informasi
6) Perangkat lunak data base
7) Menciptakan database
8) Pengelola database

B. DBMS (Data Base Management System)
DBMS adalah Suatu cara dalam bentuk system yang berguna dalam menyimpan data penggunaan cara yang tepat dapat mempercepat penyimpanan data ,pemrosesan data dan pengambilan data.

1) Empat hal penting dalam DBMS
a. Query language
b. Security consideration
c. Biaya tidak langsung pemrosesan
d. Kecocokan dengan tipa aplikasi
2) Elemen-elemen utama dari DBMS
• Data description language processor
• Performance statistics processor
• Modul backup/recovery
• Manajer database

3) Keuntungan DBMS
• Mengurangi pengulangan data
• Mencapai independesi data
• Mengintegrasikan data beberapa file
• Mengambil data dan informasi secara cepat
• Meningkatkan keamanan
• Meningkatkan presentasi kesiapan data (data availability) yang berarti tersedia pada waktu dibutuhkan.
• Mempercepat penyimpanan dan pengambilan data.
• Mempercepat dan mempermudah pemrosesan data
• Mengurangi penyimpanan data yang rangkap
• Mempermudah pemrograman karena lebih fleksibel.

4) Kerugian DBMS
• Kurangnya ahli Data Base
• Biaya pemrosesan data sangat tinggi
• Kebutuhan software dan Hardware yang bertambah
• Penggabungan dan pengamanan data
• Mangikat pemakai untuk
• Memperoleh perangkat lunak yang mahal
• Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
• Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA

C. Model Database yang Umum
a. Flat Files
b. Hierarchical Model
c. Relational Model
d. Object-Oriented Model

D. Kekangan Dalam Database
a. Data Redundancy
b. Data Inconsistency
c. Data Terisolir (Isolation Data)
d. Data Integrity

Pendekatan Analisis & Perancangan Terstruktur Dalam Membangun Sistem Informasi

Pendekatan Pengembangan Sistem

Dipandang dari metodologi yang digunakan, Terdapat  beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu:

  • Pendekatan Klasik (Classical Approach), mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapandi system life cycle.
  • Pendekatan Terstruktur (Structured Approach), menyediakan sistem tambahan berupa alat-alat dan teknik teknik untuk mengembangkan sistem.
Dipandang dari sasaran yang dicapai:
  • Pendekatan Sepotong (Piecerneal Approach), merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja, tanpa memperhatikan posisi dan sasaran keseluruhan organisasi.
  • Pendekatan Sistem (Systems Approach), memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.
Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem:
  • Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach), dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.
  • Pendekatan Atas Turun (Top Down Approach), dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategis. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi, kemudian dilanjutkan dengan analisis kebutuhan informasi, kemudian turun ke proses trasaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur dan kontrol.
Dipandang dari cara mengambangkannya:
  • Pendekatan Sistem Menyeluruh, merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
  • Pendekatan Moduler, berusaha memecah sistem yang rumit menjadi bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan.
Dipandang dari teknologi yang digunakan:
  • Pendekatan Lompatan Jauh (Great Loop Approach), menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Memiliki resiko yang besar karena kecepatan perubahan teknologi.
  • Pendekatan Berkembang (Evolution Approcah) menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukannya saja pada saat itu dan hanya akan dikembangkan pada periode berikutnya dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Pendekatan Terstruktur
  • Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur.
  • Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat.
  • Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah.
Dalam hubungannya dengan pengembangan sistem informasi, teknik terstruktur terbagi menjadi :
  • Pemrograman terstruktur, merupakan proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten.
  • Desain terstruktur, merupakan salah satu proses yang berorientasi teknik yang digunakan untuk memilah-milah program besar ke dalam hirarki modul-modul yang menghasilkan program komputer yang lebih kecil agar mudah untuk diimplementasikan dan dipelihara (dirubah).
  • Analisis Terstruktur Modern, merupakan teknik yang berorientasi kepada proses yang paling populer dan banyak digunakan dewasa ini.
  • Pemodelan Data, merupakan suatu teknik yang berorientasi kepada data dengan menunjukkan sistem hanya datanya saja terlepas dari bagaimana data tersebut akan diproses atau digunakan untuk menghasilkan informasi.
  • Rekayasa Informasi, merupakan perpaduan dari pemodelan data dan proses, juga memberikan penekanan baru terhadap pentingnya perencanaan sistem informasi.

Ciri-Ciri Utama Yang Mendukung Pendekatan Terstruktur:
  • memanfaatkan alat-alat pemodelan, menggunakan model untuk menjelaskan berbagai sistem, sub sistem untuk ditelaah dan dievaluasi oleh pelanggan dan pengembang(sebagai alat komunikasi, eksperimen atau prediksi).
  • merancang berdasar modul, modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independent .
  • bekerja dengan pendekatan top-down, dimulai dari level atas(secara global) kemudian diuraikan sampai ketingkat modul(rinci).
  • dilakukan secara iterasi, dengan iterasi akan didapat hasil yang lebihbaik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik.
  • kegiatan dilakukan secara paralel, pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan sistem.
  • menggunakan CASE (Perangkat Lunak Pendukung Proses Pengembangan), dengan CASE (Computer Aided Software Engineering) memungkinkan analis dapat membangun sistem dan menghasilkan executable secara otomatis.

Alat Dan Teknik Pengembangan Sistem

Alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa gambar atau diagram atau grafik agar lebih mudah dimengerti. Selain berbentuk gambar, alat yang digunakan juga tidak berupa gambar misalnya kamus data, struktur inggris, pseudocode atau formulir-formulir untuk mencatat atau menyajikan data.


Alat-Alat Pengembangan Sistem Yang Berbentuk Diagram
  • Diagram HIPO (Hierarchy plus Input-Proces-Output)
  • Diagram aliran data (DFD/Data Flow diagram) 
  • Diagram keterhubungan entitas(ERD/Entity Relationship Diagram) 
  • Diagram Perubahan status (STD/State Transition Diagram) 
  • Diagram SADT (Structured Analysis and Design Techniques) 
  • Diagram UML
  • Structured Chart

Kelebihan SSAD:
  • Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
  • SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
  • Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
  • SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
  • SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
  • SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
  • SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.
Kekurangan SSAD:

  •  SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
  • Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
  • Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
  • Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
  • Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
  • Pada SAAD sulit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
  • SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
  • SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).

Kelebihan OOAD

  • Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system.
  • Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan dan penggunaan kembali (re-use) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD.
  • Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisi, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan system.
  • Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi system.
  • Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di-mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam system. Hal ini memudahkan dalam memahami desain.
  • Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebenaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan system yang kompleks.
  • Encapsulasi data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
  • OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.



Kekurangan OOAD
  • Pada awal desain OOAD, system mungkin akan sangat simple.
  • OOAD lebih focus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
  • OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
  • OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan system.
  • OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama.

Kesimpulan

SSAD merupakan pendekatan sistem yang semua objeknya dapat berinteraksi dengan objek lainnya, sedangkan OOAD merupakan suatu pendekatan dari sebuah sistem yang berorientasi pada objek, semua paradigma atau fungsi dibungkus dalam objek.


Komponen Dan Arsitektur Dalam Sistem Informasi

    Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang komponen dan arsitektur yang ada dalam sistem informasi. Adapun komponen sistem yaitu sebagai berikut:

  • Perangkat Keras(Hardware), yaitu bagian perangkat fisik komputer yang digunakan user untuk menyelesaikan tugas yang ingin dilakukan. wujudnya nyata/dapat disentuh bertugas sebagai unit masukan, unit pemrosesan, unit keluaran,unit penyimpanan, dan unit tambahan.
  • Perangkat Lunak(Software),yaitu bagian komputer yang tidak berwujud yang memiliki peran dalam pengolahan data. Bisa dibilang software ini merupakan penghubung antara user/pengguna dengan hardware untuk menyelesaikan tugas yang diinginkan user.
  • Orang/Brainware, yaitu orang yang mengoperasikan perangkat dalam komputer atau disebut sebagai pengguna komputer.
  • Prosedur, yaitu tahap untuk menyelesaikan suatu perintah. Bisa juga disebut sebagai sekumpulan instruksi dalam pemrosesan untuk menjalan perintah yang diberikan.
  • Basis Data, yaitu kumpulan data yang terdiri dari satu atau lebih tabel yang saling terhubung dan setiap user dalam mengakses data tersebut.
  • Jaringan Komputer Dan Komunikas Data, yaitu sistem penghubung yang memungkinkan recources dapat diakses oleh sejumlah pemakai.

Arsitektur Sistem Komputer




Arsitektur Sistem Informasi adalah suatu rencana/pemetaan kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi. Arsitektur Sistem Informasi dibedakan menjadi tiga macam yaitu tersentralisasi, desentralisasi, dan client/server.


1. Arsitektur Tersentralisasi


    Arsitektur ini sudah dikenal semenjak tahun 1960-an, dengan mainframe (komputer yang berukuran relatif besar yang ditujukan untuk menangani data yang berukuran besar, dengan ribuan terminal untuk mengakses data dengan tanggapan yang sangat cepat, dan melibatkan jutaan transaksi) sebagai aktor utama yang melakukan semua pemrosesan data. Ciri khas dari arsitektural tersentralisasi adalah pemrosesan data yang terpusat (komputasi terpusat), semua pemrosesan data dilakukan oleh komputer yang ditempatkan di dalam suatu lokasi yang ditunjukan untuk melayani semua pemakai dalam organisasi. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dominasi main frame pada lingkungan dengan komputasi terpusat menjadi berkurang karena kehadiran minikomputer dan mikrokomputer(PC) yang berkemampuan lebih kecil tetapi dengan harga yang jauh lebih murah.

2. Arsitektur Desentralisasi


    Sistem pemprosesan data terdistribusi/disebut juga dengan komputansi tersebar sebagai sistem yang terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masingmasing komputer mampu melakukan pemprosesan yang serupa secara mandiri, tetapi tetap bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data. Dengan kata lain, sistem pemprosesan data terdistribusi membagi sistem pemprosesan data terpusat ke dalam subsistem subsistem yang lebih kecil, yang pada hakikatnya masingmasing subsistem tetap berlaku sebagai sistem pemprosesan data terpusat. Model sederhana sistem pemprosesan terdistribusi terdapat pada sejumlah komputer yang terhubung dalam jaringan yang menggunakan arsitektur peer-to-peer pada model ini komputer memiliki kontrol terhadap resource misalnya data, printer atau cd-rom, tetap memungkinkan komputer lain menggunakan sumber tersebut. Sistem seperti ini menjadi pemandangan umum semenjak kehadiran PC yang mendominasi perkantoran. Penerapan sistem terdistribusi biasa dilakukan pada dunia perbankan. Setiap kantor cabang memiliki pemrosesan data tersendiri. Namun, jika dilihat pada operasional seluruh bank bersangkutan, sistem pemrosesannya berupa sistem pemrosesan data yang terdistribusi.


3. Arsitektur Client/Server


    Pada Arsitektur ini terbagi 2 (dua) yakni client dan server. Client adalah sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server, sedangkan Server merupakan suatu sitem yang menjadi pusat data yang menyediakan data/layanan yang diminta oleh client. Client mempunyai kemampuan untuk melakukan proses sendiri, ketika sebuah client meminta suatu data ke server maka server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client bersangkutan dan setelah diterima oleh client segera melakukan pemrosesan. Model komputasi yang berbasis client/server mulai banyak diterapkan pada sistem informasi. Dengan menggunakan arsitektur ini, sistem informasi dapat dibangun dengan menggunakan perangkat lunak yang berbeda-beda.